Artikel
Pelatihan Hard Skill Tingkatkan Kapasitas Usaha Kelompok Inklusif di Desa Oelpuah
Desa Oelpuah kembali menjadi pusat semangat pemberdayaan kelompok rentan melalui rangkaian pelatihan peningkatan kapasitas yang difasilitasi oleh Bengkel APPeK dalam program MATAHATI.
Pelatihan yang dilaksanakan pada 25-27 Juni 2025 ini memasuki tahap ketiga dengan fokus pada penguatan hard skill sebagai kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang telah membekali peserta dengan soft skill dan dasar-dasar kewirausahaan.
“Pelatihan ini dirancang sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas bagi kelompok sasaran, agar mereka memiliki pemahaman utuh tentang bagaimana mengembangkan usaha di berbagai bidang seperti pertanian, tenun, dan pangan lokal,” ungkap Godlif A. Tabun, Program Officer Bengkel APPeK.
Ia menekankan bahwa sesi kali ini lebih menitikberatkan pada praktik teknis dan penerapan langsung di lapangan.
Godlif menambahkan bahwa peserta telah memetakan visi dan misi kelompoknya dalam sesi sebelumnya, dan kali ini mereka diajak menggali lebih dalam mimpi lima tahun ke depan, menyusun langkah-langkah strategis, serta mengevaluasi potensi ide usaha yang layak dikembangkan.
“Kita akan dibantu oleh fasilitator untuk memilih ide bisnis yang paling prioritas dan menilai kelayakannya secara pasar dan ekonomi. Usaha harus sesuai potensi dan minat,” jelasnya.
Dukungan dari pemerintah desa pun hadir penuh. Sekretaris Desa Oelpuah, Hendrik Tipnoni, menyampaikan apresiasinya kepada Bengkel APPeK dan program MATAHATI yang telah menjadikan Oelpuah sebagai salah satu dari 12 desa dampingan dari total 160 desa di Kabupaten Kupang.
“Kami melihat bapak/ibu mengikuti dengan serius, dan hasilnya mulai terlihat. Produk pangan lokal yang dihasilkan kelompok kini sudah memiliki kemasan dan label yang menarik serta berdaya saing,” tuturnya.
Ia juga menegaskan kesiapan pemerintah desa dalam mendukung kebutuhan teknis kelompok, termasuk penyediaan mesin pompa air untuk mendukung usaha pertanian di lahan kering.
“Silakan komunikasikan dengan kami, kami punya empat unit pompa yang bisa dimanfaatkan bersama,” tambahnya.
Suara peserta pun turut menguatkan nilai dari kegiatan ini. Yesua Paidjo, anggota kelompok disabilitas desa Oelpuah, menyampaikan harapannya setelah mengikuti pelatihan.
“Ini menjadi bekal penting bagi kami, terutama petani, untuk kami praktikkan langsung di usaha kami masing-masing,” ujarnya.***